HUT OKUT Ke I8 Membawak Berkah Rumanah Sumiati

Sriwijayatimes. ID OKU Timur Rumanah Sumiati Warga pesisir Tekom Tanjung Kemala, OKU Timur, serasa meraum keuntungan dan berkah, dengan kegiatan HUT OKU Timur ke 18 Tahun, Membawa berkah tersendiri baginya. Walau usianya tidak muda lagi, namun tangan Rumanah Sumiati sangat terampil dan cekatan, untuk memilah dan mengumpulkan barang bekas minuman yang berserakan di jalan.

Dengan adanya HUT ke 18 Tahunnya, bagi warga pesisir Tekom Tanjung Kemala serasa meraum keuntungan dan berkah, sebab dirinya tidak bersusah payah untuk berkeliling mengumpulkan barang bekas plastik,yang selama ini menutupi kebutuhan hidupnya sehari – hari, walau dengan hasil yang jauh dikatakan dari cukup.

Menurut janda anak tiga ini, kegiatan memulung ini, telah dijalaninya hingga beberapa waktu lamanya, dirinya tidak merasa rendah diri untuk bekerja memulung, semua itu demi ketiga buah hatinya.

Kepada media Rumanah di temui di saat sedang mengumpulkan barang bekas seperti botol bekas minuman dan kardus di stan pameran berlokasi Lapangan Taman Merdeka, Senen (18/01/2022)

Dengan ditemani oleh salah seorang cucunya, Rumanah harus rela rela melawan teriknya panas matahari dan hujan demi mengumpulkan barang bekas atau rongsok untuk menunjang kebutuhan hidup tidak terasa jika banyak yang bisa di rongsok.

“Saya tidak ingin berpangku tangan, dengan memulung merupakan kegiatan positif, guna mencari rezeki dengan mencari dan mengumpulkan barang rongsok atau mulung, dan kerjaan ini telah saya jalani sudah 11 tahun lebih, “alhamdulilah hanya cukup untuk hari hari, mau bagaimana saya mau kerja apa,”sambil menghapus keringat diwajahnya

Janda tiga Anak dengan usia yang terbilang tidak muda lagi nanum dengan penuh semangat mencari rezeki dengan memulung untuk memenuhi kebutihan hudup sehari hari mengumpulan barang bekas seperti botol bekas minuman dan kardus di stan pameran berlokasi lapangan Taman Tani Merdeka.

“Allhamdulilah disaat momen HUT ini banyak acara yang di adakan oleh pemkab dalam menyambut hari lahir OKU Timur,jadi menabah rejeki karena banyak sisa sisa sampah yang bisa diambil dan dijual,” katanya.

Meskupun harus melawan panas teriknya matahari dan hujan demi mengumpulkan barang bekas atau rongsok untuk menunjang kebutuhan hidup tidak terasa jika banyak yang bisa di rongsok.

Temani seorang cucunya yang masih berumur 7-8 tahun yang setia menemani di setiap langkahnya mengharapkan rezeki. Saya ini mengais rezeki dengan mencari barang rongsok atau mulung ini sudah 11 tahun lebih pak,”tutupnya. (BD)