KPK Tuntut 8 Tahun Penjara Dan Nonaktipkan Johan Anuar

  • Whatsapp
banner 400x130

Sriwijayatimes.id, OKU – Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anuar dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan penjara selama 8 tahun. Wakil Bupati OKU diduga terlibat korupsi lahan kuburan yang merugikan negara sebesar Rp 5,7 Miliar.

Dalam sidang virtual yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kelas 1 A Palembang, Johan didakwa oleh JPU telah melanggar pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31  tahun 1999 tentang pidana pemberantasan korupsi.

JPU KPK Rikhi Beindo Maghaz mengatakan, berdasarkan hasil rangkaian sidang dan pemeriksaan para saksi dan ahli, terdakwa terbukti telah melakukan korupsi dalam pengadaan lahan kuburan seluas 10 hektar di Kabupaten OKU pada tahun 2013 lalu dengan menggunakan anggaran APBD OKU sebesar Rp 5,7 miliar. Dari total anggaran tersebut, Johan diduga menerima uang sebesar Rp 3,2 miliar. 

“Atas kesalahan terdakwa kami menuntut hukuman penjara selama 8 tahun dan denda Rp 200 juta subsideir 6 bulan,”kata Rikhi usai sidang, Kamis (15/4/2021).

Rikhi menambahkan, tak hanya dituntut 8 tahun penjara, Johan juga diminta untuk mengganti uang yang telah ia korupsi sebesar Rp 3,2 miliar. Jika uang tersebut tak diganti maka akan dibayar dengan kurungan penjara selama 1 tahun,”ungkapnya.

“Hal yang memberatkan terdakwa ada tidak mendukung program pemerintah serta tidak mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Sidang dipimpi Ketua Majelis Hakim Erma Suharti yang membacakan tuntutan, kepada Wakil bupati OKU. (Rilis)

Pos terkait