Nasib pahit harus diterima Persipal FC di penghujung kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Kekalahan dengan skor 2-4 dari Deltras FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (12/4/2026), menjadi hasil yang memastikan mereka tidak lagi bisa bertahan di kasta kedua.
Hasil ini langsung mengunci posisi Persipal di dasar klasemen Grup 2. Dengan koleksi hanya 7 poin, peluang untuk keluar dari zona degradasi sudah tertutup meski masih ada tiga pertandingan tersisa.
Situasi ini menjadi penutup dari perjalanan yang cukup berat sepanjang musim, di mana tim asal Palu tersebut kesulitan menemukan ritme permainan yang konsisten.
Tanpa Kemenangan Sepanjang Musim
Salah satu catatan paling mencolok dari Persipal musim ini adalah absennya kemenangan.
Dari total 24 pertandingan:
- 17 kali menelan kekalahan
- 7 kali bermain imbang
- 0 kemenangan
Catatan tersebut menjadikan Persipal sebagai salah satu tim dengan performa terburuk musim ini. Tanpa kemenangan, tekanan terus meningkat di setiap pertandingan yang dijalani.
Dalam kompetisi panjang seperti ini, satu kemenangan saja bisa menjadi titik balik. Namun hal tersebut tidak pernah datang bagi Persipal sepanjang musim.
Posisi Juru Kunci Tidak Bisa Dihindari
Dengan hanya mengumpulkan 7 poin, Persipal tertinggal cukup jauh dari tim lain di Grup 2.
Dalam regulasi kompetisi:
- Tim di posisi terbawah otomatis terdegradasi
- Tidak ada jalur penyelamatan bagi juru kunci
Artinya, tiga pertandingan tersisa tidak lagi berpengaruh terhadap status mereka di klasemen akhir.
Sriwijaya FC Alami Nasib Serupa
Di Grup 1, situasi serupa juga dialami Sriwijaya FC yang lebih dulu dipastikan terdegradasi.
Tim tersebut bahkan mencatatkan statistik yang lebih berat:
- 22 kekalahan
- 2 hasil imbang
- Tanpa kemenangan
Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di liga musim ini cukup ketat, terutama bagi tim yang tidak mampu menjaga performa sejak awal.
Satu Slot Degradasi Masih Diperebutkan
Meski dua tim sudah dipastikan turun kasta, masih ada satu posisi degradasi yang belum terisi.
Sesuai regulasi:
- Peringkat 9 Grup 1 dan Grup 2 akan bertemu
- Laga play-off menjadi penentu
- Tim yang kalah akan menyusul ke Liga Nusantara
Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena mempertaruhkan posisi di kasta kedua.
Persiba Balikpapan dalam Tekanan
Di Grup 2, Persiba Balikpapan saat ini berada di posisi rawan.
Kondisinya:
- Peringkat 9 dengan 17 poin
- Selisih 3 poin dari PSIS Semarang di posisi 8
Dengan tiga pertandingan tersisa, peluang untuk bertahan masih ada. Namun tekanan jelas meningkat karena setiap poin sangat menentukan.
Persaingan Lebih Ketat di Grup 1
Di sisi lain, persaingan di Grup 1 jauh lebih terbuka.
Persekat Tegal yang berada di posisi 9 masih memiliki peluang untuk keluar dari zona degradasi.
Beberapa tim di atasnya:
- Persikad Depok (30 poin)
- PSPS Riau (31 poin)
- PSMS Medan (31 poin)
Selisih poin yang tidak terlalu jauh membuat posisi di klasemen masih bisa berubah hingga akhir musim.
Tabel Kondisi Zona Bawah
| Grup | Tim | Poin | Status |
|---|---|---|---|
| Grup 2 | Persipal FC | 7 | Terdegradasi |
| Grup 1 | Sriwijaya FC | – | Terdegradasi |
| Grup 2 | Persiba Balikpapan | 17 | Zona rawan |
| Grup 1 | Persekat Tegal | 26 | Zona rawan |
Tabel ini menunjukkan bahwa meskipun dua tim sudah dipastikan turun, persaingan di zona bawah masih belum selesai.
Gambaran dari Perjalanan Persipal
Musim ini menjadi contoh bagaimana sulitnya keluar dari tekanan ketika tim gagal meraih kemenangan sejak awal.
Beberapa hal yang terlihat:
- Sulit mencuri poin di laga penting
- Tekanan meningkat dari pekan ke pekan
- Kepercayaan diri tim menurun
Ketika situasi seperti ini terjadi, memperbaiki posisi di klasemen menjadi semakin sulit.
Fokus Beralih ke Musim Depan
Dengan hasil ini, Persipal harus bersiap menghadapi Liga Nusantara pada musim berikutnya.
Beberapa hal yang kemungkinan menjadi fokus:
- Evaluasi skuad
- Perbaikan strategi
- Membangun ulang tim
Tidak sedikit tim yang mampu bangkit setelah turun kasta, tetapi proses tersebut membutuhkan waktu dan konsistensi.
Tiga Laga Tersisa Tetap Punya Arti
Meski status sudah dipastikan, tiga pertandingan tersisa tetap memiliki nilai tersendiri.
Laga tersebut bisa dimanfaatkan untuk:
- Memberikan menit bermain bagi pemain
- Menguji strategi baru
- Menutup musim dengan performa lebih baik
Setidaknya, ada kesempatan untuk mengakhiri kompetisi dengan catatan yang lebih positif.
Perjalanan Persipal musim ini memang tidak berjalan sesuai harapan. Tanpa kemenangan dalam 24 pertandingan, hasil akhir menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Kini, tantangan berikutnya bukan lagi soal bertahan, tetapi bagaimana membangun kembali fondasi tim agar bisa kembali bersaing di musim mendatang.